"Dan kalau memang arahan presiden mengarah ke situ, maka beliau sebagai seorang presiden atau kepala negara yang patut kita acungi jempol," tuturnya.
Kalimat petugas partai yang juga disematkan kepada presiden oleh sang Ketua Umum PDIP, kata Suhadi, tidak serta merta menjadi simbol, akan tetapi justru sebaliknya.
"Presiden dengan segala atributnya hendak menjawab bahwa beliau dalam konteks ketatanegaraan adalah bukan semata-mata petugas partai, akan tetapi menjadi pemimpin bagi semua, tanpa disekat oleh atribut partai," jelasnya.
Dan sikap itu ditunjukan pada acara hajatan relawan Musra, di mana Presiden tidak menjawab teka-teki siapa capres yang akan dipilih.
"Padahal sebelumnya di acara pencapresan Ganjar di PDIP beliau hadir, namun kehadiran itu bukan serta merta menjadi pilihan, itu artinya presiden punya strategi yang sulit dipahami oleh banyak orang, termasuk para relawan."
"Cuma ada satu pesan yang boleh kita petik. Pilihlah pemimpin yang Pro Rakyat, yang mengayomi segaris dengan sang Presiden," pungkasnya. [IndonesiaToday/poskota]
Sumber: poskota.co.id
Artikel Terkait
Dokumen Epstein Ungkap Hubungan Hary Tanoe & Trump, Misteri Indonesian CIA Terbongkar
Dokumen Epstein Ungkap Kunjungan ke Bali 2002 dan Tautan ke Donald Trump
10 Surat Tanah Tidak Berlaku 2026: Segera Urus Sertifikat di BPN!
5 Rekomendasi Bare Metal Server Terbaik 2024 untuk SaaS dan Startup