NARASIBARU.COM - Partai Komunis Indonesia (PKI) disebut sebagai dalang pembunuhan para jenderal dalam Gerakan 30 September (G30S) atau Gestapu 1965.
Namun, Soekarno sebagai Presiden Indonesia ketika itu disebut tidak langsung turun tangan atau memerintahkan pembubaran PKI.
Apa sebenarnya alasan di balik sikap Soekarno tersebut? Mengapa pula ia dekat dengan PKI di masa pemerintahannya?
Pengamat politik dan muiliter, Profesor Salim Said menjawab pertanyaan ini dalam wawancaranya yang diunggah di kanal YouTube RJL 5 – Fajar Aditya.
Prof Salim Said menilai bahwa Soekarno ketika itu berada dalam posisi yang serba salah. Ia terdesak untuk membubarkan PKI.
Namun, di sisi lain, Soekarno diduga membutuhkan PKI sebagai pengimbang Tentara Nasional Indonesia (TNI). Terlebih, TNI memang semakin agresif melawan komunis.
“Bung Karno ini posisinya kan serba salah. Dia sebagai penguasa, Bung Karno itu menghadapi tentara,” katanya, sebagaimana dikutip Hops.ID dari kanal YouTube RJL 5 – Fajar Aditya pada Selasa, 3 Oktober 2023.
“Tentara juga makin agresif karena melawan komunis. Di pihak lain, Bung Karno itu memerlukan PKI sebagai pengimbang terhadap tentara,” sambungnya.
Menurut Prof Salim Said, TNI memang semakin keras kepada Soekarno usai G30S yang menewaskan 6 jenderal dan 1 perwira.
Pasalnya, Soekarno tak kunjung membubarkan PKI meski tentara dan masyarakat meyakini organisasi ini adalah dalang pembunuhan para petinggi TNI.
Artikel Terkait
Proyek Lumbung Pangan Disorot: Anggaran 2025 Dipakai di 2024 & Potensi Kerugian Negara
Iran Ancam Serang Jantung Tel Aviv: Analisis Ancaman Militer & Respons AS
Ledakan di Teheran: Uji Coba Militer Iran di Tengah Ancaman AS dan Eskalasi Ketegangan
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Dampak Restorative Justice pada Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis