NARASIBARU.COM - Enam tahun menghilang, profesor cantik asal Uyghur ternyata dibui seumur hidup oleh pemerintah China.
Profesor Rahile Dawut, 57, pakar dalam kajian cerita rakyat dan tradisi Uyghur dan dianggap ahli di bidangnya. Dia menghilang enam tahun lalu. Ternyata, dikabarkan telah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh otoritas China dengan alasan ‘membahayakan negara’.
Profesor Rahile kalah dalam pengadilan tingkat banding setelah divonis bersalah pada tahun 2018 dalam dakwaan mempromosikan ‘pemisahan’, menurut organisasi peduli hak asasi manusia berbasis di AS Dui Hua Foundation, seperti dilaporkan The Guardian.
Organisasi HAM ini telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk berusaha menemukan Dawut. Dalam sebuah pernyataan, mereka mengatakan telah menerima informasi dari seorang pejabat China dan sedang mencari informasi lebih lanjut tentang Dawut dari pemerintah, termasuk di mana dia berada, bagaimana kondisi kesehatannya, dan haknya untuk berhubungan dengan anggota keluarga.
“Hukuman penjara seumur hidup yang dijatuhkan atas Prof Rahile Dawut adalah sebuah tragedi yang kejam, kerugian besar bagi masyarakat Uyghur, dan bagi semua orang yang menjunjung tinggi kebebasan akademis. Saya menyerukan agar dia segera dibebaskan dan dikembalikan dengan selamat ke keluarganya,” seru Direktur Eksekutif Dui Hua John Kamm.
Dawut diyakini termasuk di antara lebih dari 300 intelektual Uyghur yang diketahui telah ditahan, ditangkap, dan dipenjarakan sejak 2016. Diperkirakan 1,5 juta orang dari etnis Muslim Uyghur ditahan di kamp ‘pendidikan ulang’ yang didirikan oleh rezim Beijing.
Artikel Terkait
Proyek Lumbung Pangan Disorot: Anggaran 2025 Dipakai di 2024 & Potensi Kerugian Negara
Iran Ancam Serang Jantung Tel Aviv: Analisis Ancaman Militer & Respons AS
Ledakan di Teheran: Uji Coba Militer Iran di Tengah Ancaman AS dan Eskalasi Ketegangan
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Dampak Restorative Justice pada Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis