Seperti halnya dalam Perang Oktober, kesombongan penjajah, kebencian terhadap Palestina, dan keyakinan fanatik pemerintah Yahudi membuat mereka buta terhadap realitas.
Alain Gresh tegas mengatakan, serangan Hamas dua hari yang lalu tidak hanya mengejutkan karena timing yang dipilih, tetapi juga karena skala, organisasi, dan kemampuan militer yang digunakan, termasuk invasi terhadap pangkalan militer Israel.
Lebih dari itu, Alain Gresh mengingatkan bahwa pada masa itu, banyak pengamat di Eropa dan Amerika Serikat mengutuk "agresi Mesir-Suriah" yang dianggap tidak dapat dibenarkan dan tidak bermoral.
Pemimpin Israel suka memanfaatkan ungkapan ini untuk mengaburkan akar konflik, yaitu pendudukan.
Lantas Alain Gresh mempertanyakan logika yang menyatakan bahwa pada tahun 1973, keinginan untuk mengakhiri pendudukan Sinai dan Golan dianggap tindakan legal, sementara keinginan rakyat Palestina untuk membebaskan diri dari pendudukan Israel saat ini dianggap tidak sah setelah 50 tahun.
Dia menekankan bahwa operasi saat ini menyatukan seluruh warga Palestina dan memicu dukungan luas di dunia Arab, meskipun ada upaya pemimpin Arab untuk menormalisasi hubungan dengan Israel dan mengorbankan Palestina.
Alain Gresh menyatakan bahwa setiap kali Palestina bangkit, Barat menggambarkannya sebagai tindakan terorisme, sementara mereka memuja perlawanan Ukraina.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Dokumen Epstein Ungkap Hubungan Hary Tanoe & Trump, Misteri Indonesian CIA Terbongkar
Dokumen Epstein Ungkap Kunjungan ke Bali 2002 dan Tautan ke Donald Trump
10 Surat Tanah Tidak Berlaku 2026: Segera Urus Sertifikat di BPN!
5 Rekomendasi Bare Metal Server Terbaik 2024 untuk SaaS dan Startup