Para pengunjuk rasa menyerukan kembalinya warga Israel yang ditahan oleh Hamas di Jalur Gaza. Mereka juga meminta Netanyahu untuk mundur, menyalahkan dia atas situasi yang terjadi saat ini.
Sejak meluncurkan Operasi Badai Al Aqsa pada 7 Oktober 2023, Hamas telah menawan sekitar 200 orang Israel.
Pada Jumat (20/10), sayap bersenjata Hamas, Brigade Ezzedeen al-Qassam, membebaskan seorang wanita Amerika dan putrinya yang termasuk di antara para tawanan tersebut karena alasan kemanusiaan.
Sebagai balasan atas serangan Hamas, Israel melancarkan serangan udara bertubi-tubi ke Jalur Gaza yang sudah menewaskan lebih dari 4.000 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Proyek Lumbung Pangan Disorot: Anggaran 2025 Dipakai di 2024 & Potensi Kerugian Negara
Iran Ancam Serang Jantung Tel Aviv: Analisis Ancaman Militer & Respons AS
Ledakan di Teheran: Uji Coba Militer Iran di Tengah Ancaman AS dan Eskalasi Ketegangan
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Dampak Restorative Justice pada Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis