Efriza berpendapat, perseteruan antara Jokowi dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, semakin kentara saat putra sulung Presiden ketujuh RI itu, Gibran Rakabuming Raka, resmi menjadi bakal calon wakil presiden (bacawapres) Prabowo Subianto.
"Hanya saja, Megawati dan Jokowi berusaha tidak menampakkan secara terang-terangan, ada rasa sakit hati di antara keduanya," kata Efriza.
Maka dari itu, Efriza yang juga menjadi dosen ilmu pemerintahan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pamulang (FISIP Unpam) meyakini Jokowi masih menggunakan cara aman untuk suksesi Pilpres 2024.
"Ini menunjukkan Jokowi akan selalu memainkan wajah bermuka dua, sebagai presiden dan dalam pengelolaan kekuasaan, dan satu sisi lain ia berusaha berwajah manis, santun, dan baik, dalam menjaga hubungan baik terhadap PDIP," kata Efriza.
"Tetapi, Jokowi akan terus berusaha menampakkan kepada publik mendukung anaknya di Pilpres, sebagai ayah dengan sikap humanis. Sebagai Presiden ia akan menunjukkan itu adalah hak asasi manusia," demikian Efriza.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Proyek Lumbung Pangan Disorot: Anggaran 2025 Dipakai di 2024 & Potensi Kerugian Negara
Iran Ancam Serang Jantung Tel Aviv: Analisis Ancaman Militer & Respons AS
Ledakan di Teheran: Uji Coba Militer Iran di Tengah Ancaman AS dan Eskalasi Ketegangan
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Dampak Restorative Justice pada Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis