Oleh karenanya, ia menantang PDIP untuk mengambil keputusan tegas, contohnya dengan memecat Jokowi dan Gibran dari keanggotaan PDIP. Hal itu lebih elegan dibanding melempar isu yang belum tentu kebenarannya.
"Kalau berdasarkan pernyataan Adian bahwa Megawati-Jokowi retak, ya kenapa enggak dipecat saja Jokowi dari partai? Kenapa takut? Apa masih berharap terhadap jokowi effect?" ujar Teddy.
Hingga saat ini, PDIP belum bersikap terhadap Gibran yang memilih menjadi bakal cawapres Prabowo dibandingkan bersatu menyukseskan pasangan Ganjar-Mahfud MD.
Pandangan Teddy, PDIP masih membutuhkan pengaruh Presiden Jokowi untuk mendulang suara pada Pemilu Serentak 2024.
"Kalau dianggap tidak sejalan, keluarkan saja mereka dari partai (PDIP), ini mudah. Menjadi tidak mudah kalau ternyata yang ingin menjatuhkan Jokowi masih butuh suara pendukung Jokowi," tutup Teddy
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Dugaan Aliran Uang Rp50 Juta untuk Ibu Menteri Terungkap di Sidang Kasus K3 Kemnaker
Dokumen Epstein Ungkap Hubungan Hary Tanoe & Trump, Misteri Indonesian CIA Terbongkar
Dokumen Epstein Ungkap Kunjungan ke Bali 2002 dan Tautan ke Donald Trump
10 Surat Tanah Tidak Berlaku 2026: Segera Urus Sertifikat di BPN!