Pemerintah Qatar juga mengutuk pemboman Israel terhadap kamp Jabalia. Ini, kata negeri itu, akan merusak upaya mediasi dan deeskalasi.
"Pembantaian baru terhadap rakyat Palestina yang tidak berdaya", kata Kementerian Luar Negeri kata dikutip AFP dari media lokal.
"Perluasan serangan Israel di Jalur Gaza yang mencakup sasaran sipil," tambahnya.
Sebelumnya serangan ke kamp pengungsi di Jabalia telah menewaskan dan melukai setidaknya 400 orang. Ini menambah jumlah korban sipil Gaza menjadi 8.525 orang.
"Jumlah awal korban syahid dan terluka dalam serangan pendudukan di Jabalia adalah 400 orang," tegas Direktur RS Indonesia, Dr Atef Al-Kahlot saat konferensi pers, dikutip CNBC International dari NBC.
Ia mengatakan pencarian korban lain masih dilakukan. Orang-orang mungkin masih terkubur di bawah reruntuhan di Jabalia.
Jabalia menampung keluarga pengungsi dari perang dengan Israel sejak tahun 1948.
Sumber: cnbc
Artikel Terkait
Dugaan Aliran Uang Rp50 Juta untuk Ibu Menteri Terungkap di Sidang Kasus K3 Kemnaker
Dokumen Epstein Ungkap Hubungan Hary Tanoe & Trump, Misteri Indonesian CIA Terbongkar
Dokumen Epstein Ungkap Kunjungan ke Bali 2002 dan Tautan ke Donald Trump
10 Surat Tanah Tidak Berlaku 2026: Segera Urus Sertifikat di BPN!