"Jadi, orientasinya itu untuk kebangsaan kita ini, untuk keutuhan, untuk menjamin bahwa apa yang sudah diletakkan oleh Pak Jokowi itu bisa diteruskan. Sambil menyempurnakan beberapa program yang belum selesai atau belum tuntas," ujar Djarot.
Baca juga: Pakar Sebut Pilpres Tak Menarik jika Hanya Ganjar dan Prabowo yang Bertanding
Adapun kabar yang beredar, PAN bakal bergabung bersama PDI-P dan PPP mendukung Ganjar Pranowo sebagai bakal capres 2024.
Sebelumnya, PDI-P membuka sinyal bakal bergabungnya partai politik lain untuk mendukung Ganjar.
Pengumuman bergabungnya partai politik itu akan dilakukan setelah PDI-P melakukan pendaftaran bacaleg.
Sementara itu, PPP tak menampik bahwa ada partai politik yang akan bergabung mengusung Ganjar.
Ketua Majelis Pertimbangan PPP Romahurmuziy atau Rommy bahkan membeberkan bahwa partai itu berasal dari partai parlemen.
Baca juga: Hasto Ungkap Megawati dan Jokowi Sudah Bahas Cawapres Ganjar
Rommy menyebut, partai itu akan bergabung pada 14 Mei 2023.
"Insya Allah dalam waktu dekat setelah 14 Mei akan ada di antara parpol parlemen yang bergabung," ujar Rommy saat dimintai konfirmasi, Selasa (9/5/2023).
Rommy enggan membocorkan partai apa yang akan bergabung untuk mendukung Ganjar dalam waktu dekat.
Sumber: nasional.kompas.com
Artikel Terkait
Proyek Lumbung Pangan Disorot: Anggaran 2025 Dipakai di 2024 & Potensi Kerugian Negara
Iran Ancam Serang Jantung Tel Aviv: Analisis Ancaman Militer & Respons AS
Ledakan di Teheran: Uji Coba Militer Iran di Tengah Ancaman AS dan Eskalasi Ketegangan
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Dampak Restorative Justice pada Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis