Pertemuan yang berlokasi di dekat perbatasan Jateng-Jatim itu dihadiri antara lain KH Nasirul Mahasin (Malang), KH Ahmad Ainul Yakin (Tuban), KH. Mas Mansyur (Surabaya), KH Munif (Pasuruan), KH Fuad (Termas, Pacitan), KH Mizan (Madiun) KH Labib Shodiq Suhaimi (Brebes), KH Ahmad Mudofar (Jepara), KH Ahmad Asnawi (Kudus) dan lain-lain.
”Kami mendukung Anies Baswedan untuk menjadi tokoh pemersatu bangsa, presiden bagi semua kalangan dan golongan. Hal tersebut selaras dengan konsep Trilogi Ukhwah yang dirumuskan Rais Aam PBNU (1984-991) KH Achmad Shiddiq, yakni ukhwah islamiyah, ukhwah wathaniyah, dan ukhwah basyariah,” ujar Gus Mahasin, sapaan KH Nasirul Mahasin, saat membacakan risalah saat itu.
Anies menyebut pasukan tim pemenangan AMIN bukanlah sosok-sosok yang karbitan. Mereka sudah memiliki jam terbang cukup tinggi.
"Bahwa jam terbang di kepemimpinan yang panjang itulah kata kuncinya karena ini soal kepemimpinan. Semua yang di belakang sini adalah pemimpin-pemimpin di bidangnya masing-masing, semuanya tidak ada yang karbitan," kata Anies dalam konferensi pers tim pemenangan AMIN di rumah pemenangan Jalan Pangeran Diponegoro 10, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (14/11/2023).
Anis menyebut pasukan tim pemenangan AMIN yang dinahkodai oleh Muhammad Syaugi memiliki rekam jejak yang baik sejak muda hingga saat ini. Dengan percaya diri, Anies pun yakin bahwa pasukan yang bergabung dalam tim pemenangan bisa bergerak bersama-sama memenangkan Anies-Imin sebagai RI 1 dan RI 2.
Sumber: republika
Artikel Terkait
Proyek Lumbung Pangan Disorot: Anggaran 2025 Dipakai di 2024 & Potensi Kerugian Negara
Iran Ancam Serang Jantung Tel Aviv: Analisis Ancaman Militer & Respons AS
Ledakan di Teheran: Uji Coba Militer Iran di Tengah Ancaman AS dan Eskalasi Ketegangan
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Dampak Restorative Justice pada Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis