"Perikanan ini sudah gagal panen Pak jadi enggak bisa apa-apa lagi e ini sudah menyangkut berlangsungan hidup kami masalah ekonomi untuk ke depannya mungkin kami enggak tahu lagi untuk berbuat apa jadi total kerugian kami mencapai ratusan juta," Ungkap Wahyudi.
Dia menjelaskan penyebabnya itu tadi timbunan tol yang mengalir ke irigasi ke para pengusaha tambak jadi tanah yang dibawa irigasi tadi mengalir ke kolam
"Penyebabnya kami banyak mati yang apa banyak kerugian ya dari pembibitan pembibitan sampai pembesaran sekarang mau panen sudah gagal panen karena sudah sudah pada pada mati semua merata Pak sama apa seluruh petani yang ada di sini," tegasnya.
Hal senada dikatakan Reni Pembudidaya Ikan Konsumsi ikan mengaku merugi hingga ratusan juta rupiah dan terancam gulung tikar di mana kualitas air di irigasi.
Baca Juga: Rayakan Natal di Lapas Bukittinggi, 4 Napi Kristen Terima Remisi
Yang mengaliri air ke tambak-tambak ikannya sangat keruh karena membawa material-material pembangunan jalan tol STA 35 Padang Sicincin sangat-sangat berpengaruh sekali.
"Bagi usaha kami karena ini kan usaha istilahnya apa namanya usaha yang dari dulu kita jalani gitu kan terus karena terdampak ini enggak bisa kami semaksimal mungkin berusaha gitu kan apa adanya aja gitu banyak yang mati banyak sekali tiap hari ini," cetus Reni.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: harianhaluan.com
Artikel Terkait
Proyek Lumbung Pangan Disorot: Anggaran 2025 Dipakai di 2024 & Potensi Kerugian Negara
Iran Ancam Serang Jantung Tel Aviv: Analisis Ancaman Militer & Respons AS
Ledakan di Teheran: Uji Coba Militer Iran di Tengah Ancaman AS dan Eskalasi Ketegangan
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Dampak Restorative Justice pada Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis