SUKAPURA, Radar Bromo – Hilangnya patung Ganesha di bibir kawah Gunung Bromo, menjadi perhatian banyak pihak. Semua pihak turun tangan. Termasuk mulai TNBTS, tokoh adat, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), TNI-Polri, Forkopimca, sampai pemerintah desa.
Ketua Paruman Dukun Tengger Kabupaten Probolinggo Sutomo mengatakan, terkait hilangnya patung Ganesha, tidak masalah. Bahkan tidak menjadi pikiran. Menurutnya, umat Hindu sudah memasrahkannya kepada sang pemilik istana. Yakni, leluhur di kawah Gunung Bromo.
“Yang saya bahas adalah masalah spiritualnya. Bagi kami umat Hindu, hilangnya patung itu tidak masalah. Kami sudah pasrahkan. Lokasi itu merupakan lokasi para leluhur. Atau ibarat istana bagi para leluhur, sehingga jika ada barang yang hilang atau dirusak, pasti juga akan diketahui leluhur. Dan pasti ada dampaknya kepada yang melakukannya. Kami pasrahkan kepada sang pemilik istana,” jelasnya.
Ia mengaku juga sempat melihat video di media sosial. Di dalamnya disebutkan patung Ganesha, di bibir kawah Bromo, itu berusia sampai 700 tahun. Sutomo menegaskan, itu tidak benar.
Artikel Terkait
Dharma Pongrekun Viral, Warganet Minta Maaf Usai Rilis Epstein Files: Fakta Lengkap
Jeffrey Epstein dan Putin: Fakta Upaya Dekat, Visa, hingga Tawaran Informasi Trump
Trauma PTSD Denada: Adik Ungkap Reaksi Syok Saat Ditanya Ayah Kandung Ressa
Denada Ganti Bio Instagram Usai Akui Ressa Rizky, Netizen: Gimmick?