Dengan fokus pada optimalisasi rantai pasok, investasi di Belawan New Container Terminal diharapkan dapat membuka potensi penuh dari infrastruktur kunci di Indonesia, yang nantinya akan mendukung pertumbuhan ekonomi, khususnya di wilayah Sumatera Utara.
Hal ini juga akan memperkuat peran Indonesia sebagai pemain utama dalam industri logistik global.
Menteri BUMN Erick Thohir, dalam kesaksian penandatanganan perjanjian, menyampaikan bahwa kesepakatan ini telah direncanakan dua tahun lalu dan sejalan dengan misi BUMN untuk mendorong pengembangan ekosistem logistik, mengingat sektor logistik di Indonesia memiliki skala besar dan tantangan yang cukup kompleks.
Penandatanganan perjanjian dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Arif Suhartono, Group Chairman and CEO DP World Sultan Ahmed Bin Sulayem, serta Ridha Wirakusumah, Ketua Dewan Direktur Indonesia Investment Authority.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga memberikan apresiasi terhadap tuntasnya proses investasi ini, menyebutnya sebagai progres signifikan dalam memanfaatkan Pelabuhan Belawan sebagai aset strategis Indonesia.
Sri Mulyani menekankan pentingnya kolaborasi kreatif dan pengaturan pendanaan untuk mengoptimalkan potensi aset-aset penting negara.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: harianhaluan.com
Artikel Terkait
Proyek Lumbung Pangan Disorot: Anggaran 2025 Dipakai di 2024 & Potensi Kerugian Negara
Iran Ancam Serang Jantung Tel Aviv: Analisis Ancaman Militer & Respons AS
Ledakan di Teheran: Uji Coba Militer Iran di Tengah Ancaman AS dan Eskalasi Ketegangan
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Dampak Restorative Justice pada Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis