Selain itu, Sahroni meminta polisi untuk memastikan keamanan para capres - cawapres khususnya saat kampanye yang mulai memanas.
Selaku mitra kerja Polri, Sahroni juga meminta agar kepolisian menyisir segala bentuk ancaman dan provokasi kepada setiap capres-cawapres di dunia maya.
Jika dibiarkan, kata dia, hal itu akan dapat merusak dan memperkeruh suasana menjelang hari pemilihan.
"Jadi yang bernada ancaman dan provokasi serius terhadap capres-cawapres di media sosial agar segera ditindak satu per satu karena ini sudah membahayakan nyawa para pasangan calon," tegas Sahroni.
Jika hanya sekadar kritikan pedas, saling hujat maupun meme bisa jadi bagian dari demokrasi.
Tetapi jika sudah bentuk ancaman keselamatan, apalagi penembakan polisi harus mengusut.
"Kalau sekadar kritik pedas, ada sedikit hujat-menghujat, dibuat meme atau yang lainnya itu masih sangat kita bisa pahami sebagai bagian dari demokrasi. Apalagi ini memang sedang momentum pemilu. Tapi kalau sudah mengancam ini harus benar-benar diusut," tegas Sahroni.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: smol.id
Artikel Terkait
Proyek Lumbung Pangan Disorot: Anggaran 2025 Dipakai di 2024 & Potensi Kerugian Negara
Iran Ancam Serang Jantung Tel Aviv: Analisis Ancaman Militer & Respons AS
Ledakan di Teheran: Uji Coba Militer Iran di Tengah Ancaman AS dan Eskalasi Ketegangan
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Dampak Restorative Justice pada Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis