Berkaitan dengan kejadian tersebut, berbagai tanggapan dan ungkapan simpati datang dari netizen melalui berbagai akun media sosial.
Baca Juga: Kominfo Akui Terima Sesuatu dari SAP dan Dikenai Denda 220 Juta Dollar
Salah satu netizen dengan akun Instagram @rennyayuandini menyatakan, "Ya Allah, sungguh bertanggung jawab terhadap pekerjaannya. Al-Fatihah untuk Bapaknya."
Netizen memberikan simpati dan penghargaan atas dedikasi dosen yang mengajar online meski sakit. Ungkapan dukacita dan apresiasi dari masyarakat online. (Sumber: X @collegemenfess)
Sementara itu, pengguna Instagram @pyharyunsai menyoroti dedikasi dosennya yang luar biasa, "Bapaknya totalitas banget, padahal dia adalah seorang kepala rumah tangga yang harus membiayai keluarganya dari pekerjaannya sebagai pengajar. Anak-anak sekarang kadang suka mengabaikan kelas, padahal dosennya sudah berkorban demi mencerdaskan anak bangsa."
Seorang netizen lainnya, @silviasunaryo, yang juga memiliki hubungan dengan dunia pendidikan menyampaikan rasa empati, "Bapakku dosen, suamiku dosen, membaca cerita ini membuat saya teringat perjuangan mereka dalam mengajar mahasiswa. Saya spontan membaca Al-Fatihah. Semoga rohnya yang tercantum dalam postingan ini mendapatkan husnul khatimah, aamiin."
Kisah ini menjadi refleksi atas dedikasi tinggi seorang pendidik yang tidak hanya melibatkan dirinya dalam proses pengajaran.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: idncitizen.com
Artikel Terkait
Proyek Lumbung Pangan Disorot: Anggaran 2025 Dipakai di 2024 & Potensi Kerugian Negara
Iran Ancam Serang Jantung Tel Aviv: Analisis Ancaman Militer & Respons AS
Ledakan di Teheran: Uji Coba Militer Iran di Tengah Ancaman AS dan Eskalasi Ketegangan
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Dampak Restorative Justice pada Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis