Menanggapi aksi itu, sejumlah anggota parlemen pro-pemerintah berupaya merebut spanduk itu dan perkelahian pun tak terhindarkan.
Sekitar 20 anggota parlemen, menurut rekaman yang beredar di media sosial, terlibat aksi saling pukul selama beberapa menit. Aksi saling menendang dan menjambak rambut juga terjadi.
Perkelahian yang terekam kamera itu akhirnya berakhir tanpa adanya cedera serius dari kedua pihak.
Agenda penyampaian laporan oleh Del Castillo pun ditangguhkan, dengan salah satu anggota parlemen Partai Creemos, Maria Rene Alvarez, menuduh Del Castillo mempromosikan iklim permusuhan di dalam parlemen.
Perkelahian itu menjadi insiden terbaru yang menunjukkan polarisasi di Bolivia, di mana oposisi mengklaim ada sekitar 180 tahanan politik yang mendekam di penjara-penjara setempat.
Pemerintahan beraliran sayap kiri yang kini berkuasa di Bolivia menuduh para tahanan politik mendukung dugaan kudeta terhadap mantan Presiden Evo Morales tahun 2019 lalu dan mendukung penggantinya, Jeanine Anez, yang juga dipenjara. [IndonesiaToday/detik]
Sumber: news.detik.com
Artikel Terkait
Proyek Lumbung Pangan Disorot: Anggaran 2025 Dipakai di 2024 & Potensi Kerugian Negara
Iran Ancam Serang Jantung Tel Aviv: Analisis Ancaman Militer & Respons AS
Ledakan di Teheran: Uji Coba Militer Iran di Tengah Ancaman AS dan Eskalasi Ketegangan
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Dampak Restorative Justice pada Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis