Kasus penggelapan ini bermula saat pihak sekolah berencana untuk mengadakan kegiatan karya wisata atau study tour ke Yogyakarta sekitar Maret 2023. Untuk mengikuti kegiatan itu, tiap murid dibebankan biaya Rp 1,3 juta.
Dari 350 murid, terkumpul lah uang sebanyak Rp 400 juta. Mereka dijadwalkan berangkat pada Rabu (24/4) dan pulang pada Jumat (26/4). Namun jelang hari keberangkatan, tiba-tiba pihak sekolah memberi kabar bahwa kegiatan study tour diundur.
Para murid dan orang tua lalu berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk mengetahui alasan diundurnya study tour tersebut. Pihak sekolah akhirnya memberi tahu bahwa uang untuk study tour telah dibawa kabur.
Sumber: kumparan.com
Artikel Terkait
Dokumen Epstein Ungkap Hubungan Hary Tanoe & Trump, Misteri Indonesian CIA Terbongkar
Dokumen Epstein Ungkap Kunjungan ke Bali 2002 dan Tautan ke Donald Trump
10 Surat Tanah Tidak Berlaku 2026: Segera Urus Sertifikat di BPN!
5 Rekomendasi Bare Metal Server Terbaik 2024 untuk SaaS dan Startup