Lebih lanjut dia mengatakan, panel surya tak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan energi permukiman manusia di Bulan. Satu-satunya cara untuk menangani masalah sumber energi ini, adalah dengan mendirikan PLTN. Untuk menciptakan pangkalan di Bulan, saat ini Rusia sedang membuat pesawat ruang angkasa cargo bertenaga nuklir.
“Kami memang sedang mengerjakan kapal cargo luar angkasa,” kata Borisov. “Struktur siklop yang sangat besar ini, berkat reaktor nuklir dan turbin berkekuatan tinggi mampu mengangkat muatan besar dari satu orbit ke orbit lainnya, mengumpulkan puing-puing ruang angkasa, dan terlibat dalam banyak aplikasi lainnya.”
Borisov menambahkan bahwa badan antariksanya telah menyelesaikan semua masalah teknis pesawat ruang angkasa tersebut, namun belum menemukan cara untuk mendinginkan reaktor nuklir, sebuah tugas besar dan penting jika dunia ingin mendapatkan pangkalan di Bulan sesuai target ambisius pada 2035.
Sumber: kumparan
Artikel Terkait
Iran Ancam Serang Jantung Tel Aviv: Analisis Ancaman Militer & Respons AS
Ledakan di Teheran: Uji Coba Militer Iran di Tengah Ancaman AS dan Eskalasi Ketegangan
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Dampak Restorative Justice pada Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis
Danantara Ambil Alih 28 Perusahaan di Sumatra, Termasuk Tambang Agincourt Grup Astra