Prabowo menyimpulkan kepemimpinan Pak Soeharto secara luas diartikulasikan dengan ajaran kuno dan filsafat Jawa.
Prabowo Subianto akhirnya juga belajar dari filosofi yang paling sering diajarkan Pak Soeharto yaitu Ojo dumeh, Ojo lali, Ojo Ngoyo, Ojo adigang, adigung, adiguna. Selain itu, ojo kagetan, ojo gumunan dan sing becik ketitik sing olo ketoro.
Prabowo Subianto berkesimpulan, ajaran-ajaran luhur itu bukan sekedar slogan. Bagi banyak orang, ini menjadi pedoman hidup yang akhirnya membawa kesuksesan dan pedoman untuk hidup bahagia.
Pak Soeharto adalah salah satu tokoh dengan bakat spiritual tinggi, beliau juga dikenal ahli laku tirakat (usaha yang dilakukan seorang muslim dengan amalan tertentu untuk menuju ke jalan Allah SWT).
Sebelum menjadi Presiden, Pak Soeharto dikenal rajin puasa Senin-Kamis juga puasa weton Jawa. Hal inilah yang menyebabkan Pak Soeharto sangat menjunjung tinggi adat dan budaya Jawa.***
Sumber: hops
Artikel Terkait
Proyek Lumbung Pangan Disorot: Anggaran 2025 Dipakai di 2024 & Potensi Kerugian Negara
Iran Ancam Serang Jantung Tel Aviv: Analisis Ancaman Militer & Respons AS
Ledakan di Teheran: Uji Coba Militer Iran di Tengah Ancaman AS dan Eskalasi Ketegangan
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Dampak Restorative Justice pada Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis