Angkatan Udara Israel menargetkan pusat ambulans milik Otoritas Darurat dan Bantuan Islam, menghancurkannya sepenuhnya, sementara paramedis berada di dalamnya.
Asosiasi Ambulans Lebanon mengutuk serangan itu dalam sebuah pernyataan dan meminta komunitas internasional untuk memaksa Israel berhenti menargetkan paramedis ambulans.
Update Korban di Gaza Palestina
Israel masih terus melancarkan serangan militer mematikan di wilayah Palestina, hingga mengakibatkan banyak korban jiwa dari warga sipil yang berjatuhan.
Lebih dari 32.400 warga Palestina telah terbunuh, mengutip Anadolu Agency.
Dan hampir 74.800 orang terluka akibat kehancuran massal dan kekurangan bahan-bahan kebutuhan pokok.
Perang Israel telah menyebabkan 85 persen penduduk Gaza terpaksa mengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih dan obat-obatan.
Sementara 60 persen infrastruktur di wilayah kantong tersebut telah rusak atau hancur, menurut PBB.
Sumber: Tribunnews
Artikel Terkait
Proyek Lumbung Pangan Disorot: Anggaran 2025 Dipakai di 2024 & Potensi Kerugian Negara
Iran Ancam Serang Jantung Tel Aviv: Analisis Ancaman Militer & Respons AS
Ledakan di Teheran: Uji Coba Militer Iran di Tengah Ancaman AS dan Eskalasi Ketegangan
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Dampak Restorative Justice pada Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis