“Saya nyoba lowongan, empat-empatnya saya udah masukin. Tes online, psikotes saya sudah selesaikan semua, tapi gagal juga “ ungkapnya.
Lebih lanjut saat perjuangannya masuk Freeport tak kunjung diterima, Yana pun memilih untuk melakukan pekerjaan lain, yakni menjadi tukang ojek online.
“Perjuangan gue setelah gagal, gue ojol, ojol motor,“ terangnya.
Namun, penghasilannya saat menjadi tukang ojek online pun tak kalah menggiurkan dibandingkan gaji di perusahaan.
Dari situ, Yana mengungkapkan jika penghasilannya sebagai tukang ojek online bisa menyentuh di angka delapan hingga sembilan juta rupiah per bulan.
“Di range enam, paling bersihnya enam. Kotor, delapan sembilan (juta) “ terang pemuda yang sangat terobsesi untuk masuk ke PT Freeport Indonesia, namun ternyata memiliki rezeki di tempat lain.***
Sumber: hops
Artikel Terkait
Proyek Lumbung Pangan Disorot: Anggaran 2025 Dipakai di 2024 & Potensi Kerugian Negara
Iran Ancam Serang Jantung Tel Aviv: Analisis Ancaman Militer & Respons AS
Ledakan di Teheran: Uji Coba Militer Iran di Tengah Ancaman AS dan Eskalasi Ketegangan
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Dampak Restorative Justice pada Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis