“Jadi pengakuan pelecehan seksual itu tidak pernah, dia hanya pernah bercerita saya ini sedang dirusak sama bapak saya itu pengakuannya, yang dirusak ini bukan berarti merusak secara seksual, akan tetapi karena ada keinginan dari anaknya yang tidak pernah ditepati oleh bapaknya, jadinya hatinya itu rusak karena bapak saya ini,” papar Tohri.
“Rusak hati saya ini sama bapak saya, akan tetapi orang-orang menterjemahkah lain (pelecehan seksual, red),” terangnya.
Ditanya terkait oknum yang melakukan penculikan tersebut, ia tidak bisa menjelaskan detail.
Tapi, ia mendesak Polisi untuk melakukan penyelidikan dan menangkap oknum tersebut.
“Itu yang sementara belum kami sebutkan oknum orang itu, biarkan Polisi yang bekerja melakukan penyelidikan, akan tetapi kami telah menyiapkan bukti-bukti dan saksi-saksi untuk keperluan polisi,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, SS diduga jadi korban pengeroyokan oleh warga Sekotong karena diduga telah menyetubuhi anak kandungnya.
Dugaan persetubuhan itu dibantah langsung anaknya melalui pihak keluarga dekat korban.
Sumber: ntbsatu
Artikel Terkait
Bentrokan TKA China vs Pekerja Lokal di Proyek IPIP Kolaka: 4 WNA Diamankan Polisi
Bentrokan di Tambang Nikel IPIP Kolaka: Kronologi, Penyebab, dan Dampaknya
Korban Longsor Cisarua: 23 Marinir Tertimbun, 4 Meninggal Dunia | Update Evakuasi
Suami Korban Jambret Sleman Jadi Tersangka, Ini Kronologi Lengkap Hingga 2 Pelaku Tewas