Untuk itu Said Didu meminta Prabowo memihak pada kebenaran.
Dengan demikian maka rakyat pun akan berada di belakang Prabowo.
"Karena sering sekali ada kode-kode dari Solo itu langsung letoi lagi. Percayalah kalau Bapak membela kebenaran, rakyat akan ada di belakang Bapak."
"Tapi apabila Bapak takut terus dari raja bohong, maka batas rakyat juga ada sabarnya. Kami masih menaruh harapan kepada Bapak, tapi rakyat juga ada batasnya."
"Kalau Raja Bohong ini selalu diistimewakan, maka rakyat akan keluar dengan hati nuraninya. Hanya itu saja dari saya," terang Said Didu.
TPUA Serahkan Bukti Tambahan ke Bareskrim Polri
Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) menyerahkan bukti-bukti tambahan yang diklaim bisa menguatkan tudingan ijazah Jokowi palsu.
Diketahui, bukti ini telah diserahkan TPUA kepada Biro Wassidik Bareskrim Polri.
Selanjutnya bukti tersebut diharapkan bisa menjadi bahan untuk diteliti, karena berkaitan dengan gelar perkara khusus yang dilakukan beberapa waktu lalu.
Harapannya kasus yang dilaporkan pihak TPUA naik ke penyidikan.
"Jadi harapannya, setelah dengan bukti yang diajukan sekarang ini, adalah peningkatan proses tersebut bisa ke penyidikan, dan ditemukan nanti tersangkanya," kata Wakil Ketua TPUA, Riza Fadillah kepada wartawan di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (14/7/2025).
Terdapat tiga bukti tambahan yang diserahkan TPUA ke Bareskrim Polri.
Di antaranya ada tayangan video podcast 'topi merah' dengan Refly Harun di RH Channel soal ketidak identikan ijazah Jokowi yang menguat ke arah palsu.
Kedua, video podcast Darmawan Sepriyosa dengan mantan Intel BIN Kol (purn) Sri Radjasa Chandra dalam acara "madilog" di salah satu media soal investigasi pembuatan dokumen palsu di Pasar Pramuka Pojok yang memperkuat dugaan pembuatan ijazah palsu Jokowi antara 2012-2014.
Ketiga, tayangan QNC Opposite Channel mengenai keterlibatan tim inti pembuat ijazah palsu Joko Widodo yakni David Agus Yunanto, Anggit Nugroho, Mohamad Isnaeni, Widodo, Eko Sulistyo, Sigit Widyawan, dan Paiman Rahardjo.
"Nah ini maksudnya, pihak Bareskrim teliti, nama-nama sudah disebut sebagai petunjuk, teliti, selidiki, gitu."
"Untuk itu, maka gak bisa dihentikan sekarang dong. Informasinya kita sampaikan saat ini, maka saat ini juga Bareskrim harus melakukan tindak lanjut penyelidikan, maka tidak boleh dihentikan," imbuh Riza.
Sumber: Tribunnews
Artikel Terkait
Kontroversi Mens Rea Pandji Pragiwaksono: Analisis Tudingan Antek Asing & Kaitan Gibran
Strategi PDIP Sebagai Penyeimbang: Analisis Posisi Politik dan Peluang Koalisi Menuju Pemilu 2029
Nama Jokowi Masih Viral di Isu Nasional Pasca Lengser, Warganet Heboh!
Pertemuan Eggi Sudjana dan Jokowi di Solo: Isi Pembicaraan & Klarifikasi Damai Hari Lubis