“Bahwa Presiden mengajak atau sebaliknya PDIP akan masuk (cabinet) jangan dimaknai itu dulu. Sebagai bangsa ini modal dasar persatuan kita. Bersatu padunya kita,” kata Ketua Badan Anggaran DPR ini.
Tak hanya itu, kader Banteng ini juga berharap pernyataan kebangsaan Presiden Prabowo tidak ditafsirkan sekadar politik transaksional semata.
“Presiden dengan tulus menyampaikan kakak beradik, kita maknai PDIP akan masuk, kita maknai Presiden akan mengajak, tidak boleh seperti itu,” pungkas Said.
Dalam peluncuran Koperasi Desa Merah Putih di Klaten, Jawa Tengah, Presiden Prabowo menggambarkan hubungan Gerindra dan PDIP layaknya kakak-adik yang tidak bisa berkoalisi.
“Ini sebenarnya PDIP sama Gerindra ini kakak-adik, tapi benar kita ini karena apa ya, demokrasi kita kan diajarkan oleh negara Barat, jadi enggak boleh koalisi satu,” ujar Prabowo
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Rocky Gerung: Jokowi Tak Bisa Tenang Sebelum Kasus Ijazah & Hukum Keluarga Terbukti
Eggi Sudjana Sebut Roy Suryo Belagu Soal Kasus Ijazah Jokowi: Analisis & Daftar Tersangka Terbaru
Kontroversi Ijazah Jokowi: Rektor UGM Sebut 2 Tanggal Lulus Berbeda, Mana yang Benar?
Reshuffle Kabinet Prabowo: Strategi Lepas dari Geng Solo dan Bayang-Bayang Jokowi?