NARASIBARU.COM -Pernyataan Menteri P2MI Abdul Kadir Karding yang bakal menerapkan konsep kelas migran di Sekolah Rakyat, menuai kritik.
Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga menegaskan, jika Sekolah Rakyat dilatih bahasa dan pengetahuan tentang negara-negara potensial seperti Jepang, Korea, Eropa, dan Jerman, dalam bentuk ekstrakurikuler sejak kelas 1, maka Sekolah Rakyat terkesan hanya diorientasikan mencetak pekerja migran.
“Penegasan Karding tersebut mengesankan Sekolah Rakyat Menengah Atas seolah dìsiapkan untuk menjadi migran. Hal ini tentu tidak sejalan dengan tujuan didirikan sekolah rakyat,” kata Jamiluddin Ritonga kepada RMOL, Senin 18 Agustus 2025.
Artikel Terkait
Megawati Institute Resmi Beroperasi: Think Tank Pancasila Diresmikan di Rakernas PDIP ke-53
Pertemuan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis dengan Jokowi di Solo Dikonfirmasi Sekjen ReJo
Megawati Tiba di Rakernas PDIP 2026 Didampingi Prananda Prabowo: Tema & Agenda
Eggi Sudjana Minta Pencabutan Cekal Usai Temui Jokowi: Alasan & Dampaknya