Dampak kerusakan tersebut yakni pada 22 halte Transjakarta, baik halte BRT dan non-BRT. Dari jumlah tersebut, sebanyak enam halte terbakar dan dijarah, sementara 16 halte lainnya mengalami kerusakan seperti kaca pecah dan vandalisme. Selain itu, satu pintu tol juga terdampak aksi.
"Pramono terlihat dilema menentukan pilihan," kata Taufik.
Pramono, kata Taufik, tampak berani mendampingi Ketua DPR Puan Maharani mendatangi kediaman almarhum Affan Kurniawan, namun tidak bernyali dalam mengawal aspirasi para pendemo.
Menurut Taufik, sepatutnya Pramono meniru Gubernur DI Yogyakarta Sultan Hamengkubowono X yang berani mendatangi kerumunan pendemo untuk meredam gejolak.
"Sehingga warga DIY merasakan ketertiban dan keamanan mereka terjaga karena kehadiran pemimpinnya," kata Taufik.
Taufik berharap ke depan Pramono bisa lebih tegas dan berani berperan aktif sebagai bentuk tanggung jawab sebagai pimpinan daerah yang menjamin atas ketertiban dan keamanan Kota Jakarta.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Rocky Gerung: Jokowi Tak Bisa Tenang Sebelum Kasus Ijazah & Hukum Keluarga Terbukti
Eggi Sudjana Sebut Roy Suryo Belagu Soal Kasus Ijazah Jokowi: Analisis & Daftar Tersangka Terbaru
Kontroversi Ijazah Jokowi: Rektor UGM Sebut 2 Tanggal Lulus Berbeda, Mana yang Benar?
Reshuffle Kabinet Prabowo: Strategi Lepas dari Geng Solo dan Bayang-Bayang Jokowi?