Pengelola menegaskan bahwa komunikasi dengan Partai Demokrat berlangsung secara kekeluargaan, tanpa tekanan atau ancaman. Pertemuan digambarkan sebagai diskusi santai untuk bertukar pandangan mengenai pengelolaan konten.
Meski demikian, dikatakan bahwa tidak ada larangan bagi Kajian Online untuk membahas kasus tertentu, termasuk dugaan ijazah palsu yang melibatkan Roy Suryo. Namun, penyampaiannya diminta untuk lebih mengedepankan kaidah jurnalistik, netralitas, dan mengurangi narasi spekulatif.
Saya berjanji akan memperbaiki setiap konten-konten secara lebih profesional, lebih netral ke depannya,
tegas pengelola kanal tersebut.
Latar Belakang Somasi Partai Demokrat
Permintaan maaf ini muncul setelah Partai Demokrat sebelumnya melayangkan somasi ke sejumlah akun media sosial. Somasi ditujukan kepada akun-akun yang dianggap menyebarkan narasi bahwa SBY berada di belakang isu ijazah palsu Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Dalam somasi tersebut, Partai Demokrat menyebut konten-konten itu sebagai pemberitaan bohong dan/atau fitnah
yang menyesatkan publik dan merugikan nama baik partai serta pimpinannya. Somasi menjerat sejumlah pasal, termasuk UU ITE dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Artikel Terkait
Prabowo Kritik Elit Politik Hanya Nyinyir, Buktikan Swasembada Pangan 2025 Tercapai
Retret Kabinet Prabowo di Hambalang: Evaluasi Kinerja dan Uji Loyalitas Menuju 2026
Analisis Retret Kabinet Prabowo 2026: Tujuan, Evaluasi Kinerja, dan Uji Soliditas Koalisi
Partai Demokrat Laporkan 4 Akun Pendukung Jokowi ke Polda, Meski Sudah Minta Maaf