"Bagaimana menggerakkan keadaan itu? Tentu saja dengan mengubah apa yang terjadi hari ini di masyarakat. Tentang ekonomi keluarga misalnya, tentang PHK yang masih saja terus berlangsung," katanya.
Apresiasi untuk Fokus Penanganan Bencana
Di sisi lain, Hensat mengapresiasi penekanan Presiden pada upaya rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkah ini dinilai mampu menenangkan publik yang menantikan tindak lanjut pemerintah.
"Nampaknya presiden banyak sekali menyoroti tentang rekonstruksi dan rehabilitasi bencana... Dan itu sangat baik sekali disampaikan dan tentu saja menenangkan," ujar Hensat.
Makna di Balik Guyonan dan Kata "Solid"
Hensat juga menyoroti penggunaan kata "solid" yang kerap digunakan Presiden serta guyonan viral tentang pengawasan terhadap PKB. Founder lembaga survei Kedai Kopi itu memaknai hal tersebut sebagai bentuk kelakar yang justru bertujuan memperkuat konsolidasi internal kabinet.
"Saya rasa ya itu pertanyaan guyonan yang wajar ya. Tapi kalau ditanya kemudian apakah loyalitas kabinet Pak Prabowo terjaga, saya rasa ini baru masuk ke tahun ke-2 atau ke-3 awal ya, saya rasa belum ada yang berani mbalelo," jelasnya.
Menurutnya, guyonan tersebut pada akhirnya justru berfungsi untuk mempererat barisan kabinet. "Tapi yang jelas menurut saya itu guyonan berbentuk kelakar yang sebetulnya justru memperkuat kabinetnya Pak Prabowo itu sendiri," tandas Hensat.
Artikel Terkait
6 Versi Ijazah Jokowi Menurut Dokter Tifa: Benarkah Ada dari Polda Metro Jaya?
PKS di Pilkada DPRD 2026: Pilih Kekuasaan atau Konsistensi? Analisis Sikap
Ahok Kritik Keras Wacana Pilkada DPRD: Sistem untuk Curang dan Rampas Hak Rakyat
Prabowo Kritik Elit Politik Hanya Nyinyir, Buktikan Swasembada Pangan 2025 Tercapai