Polemik Ijazah Jokowi: Analisis Dampak Hukum & Politik Elektoral 2024

- Jumat, 16 Januari 2026 | 09:00 WIB
Polemik Ijazah Jokowi: Analisis Dampak Hukum & Politik Elektoral 2024

Analisis lebih lanjut mengungkapkan, jika Jokowi memilih untuk tidak mengambil langkah tegas dan membiarkan polemik berlanjut, situasi ini justru berpotensi menguntungkan secara politik. Salah satu keuntungan yang mungkin muncul adalah terpeliharanya polarisasi di tengah masyarakat.

Polarisasi ini, menurut Fatta, dapat mengikat kelompok pendukung fanatik Jokowi secara emosional. Dalam konteks publik Indonesia yang dinilai mudah tersentuh secara emosional, isu seperti ijazah memiliki daya tahan panjang di ruang publik dan memicu pembelaan kuat dari pendukung.

Kaitan dengan Politik Elektoral Masa Depan

Fenomena pemeliharaan isu ini juga dikaitkan dengan dampaknya terhadap kontestasi politik di masa mendatang. Selama polemik ijazah Jokowi terus hidup, ingatan dan loyalitas emosional sebagian masyarakat terhadapnya akan tetap terjaga.

Kondisi seperti ini, menurut analisis Nurul Fatta, berpotensi dimanfaatkan sebagai basis atau ceruk suara yang solid dalam politik elektoral pada masa yang akan datang. Kelompok masyarakat yang terpolarisasi dan memiliki ikatan emosional kuat dianggap dapat menjadi modal politik.


Halaman:

Komentar