Kondisi ini berdampak serius pada masyarakat. Tanpa keterikatan ideologis yang kuat dari partai, publik cenderung mudah berpindah pilihan. Padahal, loyalitas ideologis atau party ID sangat penting untuk mempengaruhi arah kebijakan pemerintah dan tujuan negara.
"Kita membutuhkan partai yang lahir dari cleavage sosial yang jelas, seperti kelas, agama, atau isu pusat-daerah. Tanpa cleavage baru, tidak akan ada basis elektoral baru," jelas Fatta.
Fragmentasi di Partai Berbasis Massa
Masalah ini bahkan melanda partai yang seharusnya punya basis kuat, seperti partai buruh. "Nyatanya, buruh sendiri pun terfragmentasi. Ini masalah kita," ungkapnya.
Kunci untuk Partai Baru Agar Berkontribusi
Fatta menekankan, kunci bagi partai baru adalah membangun ideologi yang jelas dan basis sosial yang nyata. Hal ini agar mereka tidak sekadar menjadi kendaraan pragmatis elite, tetapi benar-benar mampu memberikan representasi yang berarti bagi masyarakat.
Artikel Terkait
Pertemuan Jokowi, Eggi Sudjana, dan Damai Lubis: Analisis Dampak Politik Menuju Pemilu 2029
SBY Serukan Sidang Darurat PBB: Ancaman Perang Dunia III Makin Nyata, Ini Analisisnya
Gerakan Rakyat Dukung Anies Baswedan Capres 2026, Targetkan Jadi Partai Politik
Polemik Ijazah Jokowi 2026: Sidang CLS, Saksi Kunci, dan Perubahan Sikap Eggi Sudjana