Menurutnya, Rustam Efendi dan Kurnia Tri Royani diiming-imingi Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) dengan syarat menghentikan perjuangan. Tawaran serupa juga masif dijajakan melalui berbagai dialog di program televisi, baik secara eksplisit maupun implisit.
"Semua kompak mengajak sowan ke Solo, untuk berdamai dengan tujuan merestorasi ijazah palsu menjadi asli," ujar Khozinudin.
Ajakan Berdamai Ditolak Tegas
Khozinudin mengaku telah mendapat informasi bahwa ada pihak yang ingin bertemu dengannya untuk mengajak berdamai dengan Jokowi. Namun, ia dengan tegas menolak semua ajakan tersebut.
Pernyataan ini semakin mengukuhkan posisinya dan tim advokasi untuk terus melanjutkan perjuangan membongkar kasus yang telah menjadi sorotan publik ini, meski menghadapi berbagai tekanan dan upaya pengalihan.
Artikel Terkait
Reshuffle Kabinet Prabowo: Bahlil & Raja Juli Dinilai Layak Dicopot, Ini Analisisnya
Gibran Kandidat Kuat Pilpres 2029 Menurut PSI: Ini Modal Politik Langkanya
Buku Gibran End Game, Wapres Tak Lulus SMA Akan Dibagikan ke Seluruh Anggota DPR dan DPD
Ahmad Khozinudin Tolak Perdamaian Kasus Ijazah Jokowi, Sebut Ada SOP Adu Domba dari Solo