Ia membandingkannya dengan proses lazim menjadi ahli politik, yang membutuhkan ketekunan membaca banyak buku, diskusi bertahun-tahun, serta pengalaman mengorganisir massa dalam waktu lama sebelum dipercaya menjadi pemimpin.
"Tapi tidak untuk Jokowi. Suruh Jokowi baca buku 10 halaman saja akan tertidur," tandas Saiful.
Lebih lanjut, Saiful menekankan peran sangat besar dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, dalam mengangkat Jokowi menjadi figur terpandang di Indonesia. "Tanpa Megawati, mungkin Jokowi tidak seperti sekarang," pungkasnya.
Artikel Terkait
Kritik Jokowi: Dinilai Terlalu Dini Wacanakan Dua Periode Prabowo-Gibran
Analisis Dukungan Partai untuk Gibran di Pilpres 2029: Hanya PSI yang Potensial?
Gerindra Pede Usung Prabowo Dua Periode di Pilpres 2029, Ini Analisis Politisi dan Alasannya
Isu Kapolri Membangkang Presiden: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?