Pergeseran jabatan ini juga berdampak pada kekuatan politik Partai Nasdem.
Saat ini, partai tersebut hanya menyisakan dua kursi di dalam pemerintahan, yaitu Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo) dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Siti Nurbaya Bakar).
Slot yang berkurang ini menunjukkan kekuatan politik Nasdem mulai tergerus, dan hal ini bisa mengancam stabilitas koalisi yang telah dibangun selama ini.
Sebagai pengamat politik, Ujang Komarudin menyatakan bahwa keputusan Presiden Jokowi untuk menggeser Johnny G Plate dari jabatan Menkominfo dan menunjuk Budi Arie Setiadi sebagai penggantinya dapat diartikan sebagai sebuah sindiran terhadap Nasdem.
Hal ini mungkin berhubungan dengan perbedaan dukungan antara Presiden Jokowi dan Partai Nasdem dalam konteks pilpres yang lalu.
Jika masalah ini tidak segera ditangani dengan bijaksana, maka hubungan antara Jokowi dan Surya Paloh dapat memburuk ke depannya.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah
Viral! Anies Baswedan Santai Ajak Foto Bareng Intel di Karanganyar, Responsnya Disoroti
Prabowo Ultimatum Koruptor: Jangan Nantang Gue Lo di Rakornas 2026