Terutama eks Inspektur Jenderal Ferdy Sambo yang jadi otak pembunuhan berencana Brigadir J dan eks Inspektur Jenderal Teddy Minahasa dalam skandal perdagangan narkoba sitaan polisi.
“Dorongan Polri untuk tidak berlaku semena-mena terhadap orang/atau kelompok yang beda pendapat dan melancarkan kritik atas kebijakan pemerintahan Widodo, juga dipengaruhi oleh tahun transisi politik jelang pergantian kekuasaan yang tinggal sebentar lagi,” tambah Adhie.
Jubir Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang memisahkan Polri dari TNI ini percaya, Jenderal Listyo Sigit tidak akan membiarkan anak buahnya kembali melakukan kesalahan dengan memenjarakan tokoh-tokoh kritis seperti di masa lalu.
“Menurut saya, dalam tahun politik memasuki era peralihan kekuasaan ini. Jenderal Listyo tidak akan memperlakukan Rocky Gerung dan Refly Harun seperti tiga eksponen KAMI, yaitu Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat, dan Anton Permana yang dibui gegara beda pendapat,” kata Adhie.
Terakhir, Adhie yang juga koordinator Gerakan Indonesia Bersih ini mengingatkan Jenderal Listyo, menegakkan keadilan itu bukan hanya menghukum orang yang melakukan tindak pidana. Membebaskan orang yang tidak bersalah juga merupakan langkah menegakkan hukum dan keadilan. Dan langkah ini lebih mulia di hadapan Tuhan.
“Kita harus berdoa dan mendukung Kapolri Jenderal Listyo Sigit tegar, sehingga sukses membawa institusinya di jalan keadilan,” demikian Adhie Massardi.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah
Viral! Anies Baswedan Santai Ajak Foto Bareng Intel di Karanganyar, Responsnya Disoroti
Prabowo Ultimatum Koruptor: Jangan Nantang Gue Lo di Rakornas 2026