Pada Pemilihan Presiden 2019, nama BG juga disebut sebagai calon wakil presiden Joko Widodo (Jokowi).
Meskipun BG dianggap memiliki pengalaman yang memadai untuk mendampingi Ganjar, ada masalah mendasar yang perlu diperhatikan.
Menurut Direktur Eksekutif Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC), Dimas Oky Nugroho, posisinya sebagai Kepala BIN membuat nama BG kurang dikenal secara luas.
“BG punya jaringan dan pengalaman. Namun, sebagai Kepala BIN profilnya mungkin masih tertutup dari public exposure,” tutur Dimas.
Menganalisis lebih dalam, inti dari pernyataan Dimas sebenarnya adalah perbedaan antara cara kerja intelijen dan cara kerja demokrasi.
Inti dari pekerjaan intelijen adalah menjaga kerahasiaan, sementara dalam demokrasi, akuntabilitas menjadi hal yang penting.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Luhut Bantah Punya Saham Toba Pulp Lestari: Klarifikasi Lengkap dan Usulan ke Prabowo
PDIP Tolak Pilkada via DPRD, Usung E-Voting untuk Tekan Politik Uang
Menko Pangan Zulkifli Hasan Tinjau SPPG Kalikajar Wonosobo, Staf Bersihkan Sepatunya
Target PSI 2029 di Jawa Tengah Dinilai Mimpi, Ini Analisis Pengamat Politik