"Kita lihat India yang sekarang ekonominya besar juga diklaim wilayahnya oleh China. Juga kepada Rusia, makanya kita tahu diri saja," ujar Andika dalam keterangan tertulis yang disampaikan Indonesia Strategic and Defence Studies (ISDS), Jumat (15/9).
Kendati demikian, mantan KSAD itu menyebut personel militer tidak selalu berbanding dengan kekuatan sebuah negara. Menurutnya, Indonesia pernah kehilangan Provinsi Timor Timur yang kini merdeka menjadi Timor Leste setelah melalui proses jajak pendapat dan pernah kehilangan Pulau Sipadan dan Ligitan.
Padahal, RI memiliki kekuatan militer dalam jumlah besar. Maka dari itu, dia menyarankan Indonesia lebih memfokuskan pada ekonomi. Meski bukan berarti alutsista tidak penting namun yang diperlukan adalah prioritas dan disesuaikan dengan kemampuan ekonomi Indonesia.
"Timor Leste yang hanya memiliki pasukan sekitar 2.000 personel. Kita memiliki 500.000 tentara. Apakah kita punya hasrat untuk menyerang Timor Leste? Sama sekali tidak. Kita negara beradab yang tunduk pada hukum internasional. Saya kira negara negara lain juga akan begitu ketika kita menjalin pertemanan yang baik," jelas Andika
Jebolan AKABRI tahun 1987 itu mengatakan Ukraina bisa bertahan hingga saat ini karena didukung oleh 24 negara yang memiliki kekuatan ekonomi dan militer yang besar, yaitu AS dan negara-negara Eropa Barat. Di sisi lain, Rusia akibat perang berkepanjangan membuat skala ekonominya menurun.
Hal itu menunjukkan perang Rusia versus Ukraina berkaitan pula dengan perkawanan. Lanjut dia, politik luar negeri RI yang bebas aktif harus dimanfaatkan secara baik untuk pertahanan negara.
"Dalam arti, Indonesia memiliki pilihan untuk mendukung strategi pertahanannya, apakah memilih diam atau menjalin pertemanan dengan banyak negara. Saya memilih berteman sebanyak-banyaknya. Kebijakan pertahanan yang ofensif juga bisa menyinggung negara-negara tetangga," jelas Andika yang kini menjadi Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Desakan Copot Erick Thohir dari Menpora: Kinerja Kepemudaan Dipertanyakan, PP Himmah Soroti Indonesia Emas 2045
Rocky Gerung: Jokowi Tak Bisa Tenang Sebelum Kasus Ijazah & Hukum Keluarga Terbukti
Eggi Sudjana Sebut Roy Suryo Belagu Soal Kasus Ijazah Jokowi: Analisis & Daftar Tersangka Terbaru
Kontroversi Ijazah Jokowi: Rektor UGM Sebut 2 Tanggal Lulus Berbeda, Mana yang Benar?