"Kenapa konglomerat tidak mau mendekat ke anda?" tanya Najwa Shihab.
"Karena mereka takut karena kami mengalami pengusaha yang berinteraksi mereka mengalami pemeriksaan pajak dll. Ada contoh di jabar dan jateng membantu tapi kemudian mereka diperiksa pajaknya. Padahal mereka bantu relawan untuk even di daerahnya masing-masing," ungkap Anies.
Lebih lanjut Najwa mengklarifikasi agar tudingan tersebut lebih terang soal siapa yang mengintimidasi.
"Mas Anies, supaya tidak suudzon saya minta klarifikasi. Anda menduga ada alat negara digunakan untuk mengintimidasi orang-orang yang membantu pencalonan anda?" tanya Najwa.
"Laporannya seperti itu," jawab Anies.
"Dan itu kalo alat negara yang memerintah berarti aparat negara setinggi apa?" tanya Najwa lagi.
"Saya tidak tahu seperti apa tapi faktanya seperti itu. Tapi saya ingin mempertanyakan ke diri sendiri dan kita semua akankah kita membiarkan republik ini dalam rasa takut, akankah kita membiarkan rasa bebas itu hilang di negeri ini saya rasa tidak, ini perjuangan kita semua, saya ajak semuanya termasuk ke para pengusaha itu agar jangan takut, Insya Allah kalau ada perubahan kita buat negeri ini aman semuanya," tegas Anies Baswedan.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Desakan Copot Erick Thohir dari Menpora: Kinerja Kepemudaan Dipertanyakan, PP Himmah Soroti Indonesia Emas 2045
Rocky Gerung: Jokowi Tak Bisa Tenang Sebelum Kasus Ijazah & Hukum Keluarga Terbukti
Eggi Sudjana Sebut Roy Suryo Belagu Soal Kasus Ijazah Jokowi: Analisis & Daftar Tersangka Terbaru
Kontroversi Ijazah Jokowi: Rektor UGM Sebut 2 Tanggal Lulus Berbeda, Mana yang Benar?