Menurutnya, jika seluruh anak menantunya masuk di satu partai yang sama maka akan membuat trah politik yang sedang dibangun Jokowi bisa hancur.
"Karena kalau satu keranjang itu pecah, ya pecah semua hancur semua. Makanya disimpan di tempat lain dan itu dilakukan oleh politik dinasti yang lain menjadikan banyak partai sebagai jalan hidup politik dinasti di banyak daerah," kata Ujang.
Ujang menambahkan, Jokowi mengizinkan Kaesang masuk PSI yang jelas-jelas melanggar AD/ART PDIP, sebagai bagian dari strategi politik mantan Gubernur DKI itu melawan PDIP.
"Nah, saya sih melihatnya Jokowi begitu, mengizinkan Kaesang masuk PSI yaitu pilihan politik, yang tentu ini sebenarnya melanggar AD/ART. Satu keluarga harus satu partai, walaupun oleh PDIP dibantah satu KK (Kartu Keluarga), kalau KKnya berbeda boleh," demikian Ujang.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah
Viral! Anies Baswedan Santai Ajak Foto Bareng Intel di Karanganyar, Responsnya Disoroti
Prabowo Ultimatum Koruptor: Jangan Nantang Gue Lo di Rakornas 2026