NARASIBARU.COM - Indonesia mulai memasuki tahun politik, masyarakat telah mempersiapkan diri untuk kembali memilih pemimpinnya dalam momen Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Kini telah muncul 3 nama bakal calon presiden (Bacapres) yang akan mengikuti Pilpres mendatang.
Berkaitan dengan hal tersebut, baru-baru ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kepada masyarakat agar dapat berhati-hati dalam memilih seorang pemimpin.
Untuk memilih seorang pemimpin, Presiden Jokowi mengkategorikan seorang pemimpin kedalam beberapa tipe yang tidak boleh dipilih oleh masyarakat.
“Mengenai pemimpin yang kita pilih ini, hati-hati memilih pemimpin. Tantangan ke depan itu bukan semakin ringan, tapi semakin berat. Dunia tidak sedang baik-baik saja,” ungkap Presiden Jokowi, dalam sebuah acara Konsolidasi Nasional Jaringan Relawan Alap-Alap Jokowi di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat.
Lalu apa saja kriteria yang tidak disarankan oleh Jokowi untuk dipilih masyarakat, terbagi menjadi 3 tipe.
Pertama, nyali ciut, menurutnya menjadi seorang pemimpin harus berani dan memiliki nyali yang besar.
Kedua, bukan pemimpin yang hanya cari selamat, sebab seorang pemimpin harus berani mengambil resiko. Tidak hanya berada di dalam zona nyaman saja.
Lalu ketiga, menghindari masalah, seorang pemimpin menurut Jokowi harus bekerja keras demi rakyat bukan yang hobi menghindari masalah.
Artikel Terkait
Partai Baru di Indonesia: Pragmatis Tanpa Ideologi, Analisis Pakar Politik
Pertemuan Jokowi, Eggi Sudjana, dan Damai Lubis: Analisis Dampak Politik Menuju Pemilu 2029
SBY Serukan Sidang Darurat PBB: Ancaman Perang Dunia III Makin Nyata, Ini Analisisnya
Gerakan Rakyat Dukung Anies Baswedan Capres 2026, Targetkan Jadi Partai Politik