Menanggapi hal tersebut, seorang pengamat politik sekaligus dosen filsafat, Rocky Gerung sempat tertawa setelah mendengar berita tersebut.
Melalui sebuah video pada kanal YouTube Rocky Gerung Official, dirinya menilai semua yang telah Jokowi katakan dalam pemberitaan tersebut berlaku pada Jokowi sendiri.
“Sebetulnya publik merasa semua kriteria itu dalam satu kalimat ‘Jangan pilih saya lagi’. Semua yang diucapkan Jokowi ya berlaku pada dia,” ungkap Rocky Gerung dalam video pada kanal YouTube Rocky Gerung Official.
Rocky Gerung sempat menyindir bahwa seluruh kriteria atau tipe-tipe yang diberikan Jokowi menunjukkan psikologi terbalik darinya.
“Jadi semua kalkulasi atau semua kriteria dibikin Jokowi justru menunjukkan psikologi terbalik dari Jokowi,” sindirnya.
“Kan dia ciut juga tuh di luar negeri dia ciut di dalam negeri juga dia ciut,” sambung Rocky.
Menurutnya rakyat memiliki kriteria sendiri tentang seorang pemimpin yang pas untuk memimpin Indonesia menjadi lebih baik lagi.
“Dia memberi keterangan terhadap diri dia sendiri, rakyat punya proposal lain bahwa pemimpin kedepan. Mesti punya kapasitas intelektual pemimpin ke depan, mesti terhindar dari kepentingan oligarki. Pemimpin kedepan harus paham tentang Global,” jelasnya.
“Nah publik menginginkan itu, Jokowi tidak mampu untuk pinpoint menunjuk seseorang yang bakal mampu untuk membawa isu itu,” lanjut Rocky Gerung.
Sumber: tvone
Artikel Terkait
Partai Baru di Indonesia: Pragmatis Tanpa Ideologi, Analisis Pakar Politik
Pertemuan Jokowi, Eggi Sudjana, dan Damai Lubis: Analisis Dampak Politik Menuju Pemilu 2029
SBY Serukan Sidang Darurat PBB: Ancaman Perang Dunia III Makin Nyata, Ini Analisisnya
Gerakan Rakyat Dukung Anies Baswedan Capres 2026, Targetkan Jadi Partai Politik