“Jadi menteri dari PDI Perjuangan tetap bertanggung jawab bagi bangsa dan negara, karena tugasnya jadi pembantu Presiden RI, siapapun itu. Jadi tidak ada tekanan-tekanan,” jelas Hasto.
Kendati begitu, Hasto menyebut bahwa ketika muncul perbedaan pilihan politik pada Pemilu 2024, ada kondisi batin yang agak kurang pas dirasakan menteri-menteri PDIP di kabinet.
“Kalau ada batin yang kurang pas, mungkin,” ucapnya.
Terlepas dari itu, Hasto menegaskan bahwa PDIP selalu dewasa dalam berpolitik. Termasuk dalam menghadapi pasang surutnya tensi politik di Tanah Air. Sebab, PDIP merupakan salah satu partai yang sudah melalui berbagai zaman.
“Ibaratnya ini ujian naik kelas, ibaratnya mental spiritual ujian terhadap soliditas partai, ujian terhadap konsistensi dalam semangat juang, khususnya amanat reformasi. Ini semua ujian-ujian bagi kami, dan kami tanggapi dengan semangat,” pungkasnya.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah
Viral! Anies Baswedan Santai Ajak Foto Bareng Intel di Karanganyar, Responsnya Disoroti
Prabowo Ultimatum Koruptor: Jangan Nantang Gue Lo di Rakornas 2026