NARASIBARU.COM - Sebagai pemilih masyarakat agar berhati-hati ketika menjatuhkan pilihan kepada calon anggota legislatif yang pindah atau "lompat" partai politik demi mendapatkan kesempatan maju pada Pemilu 2024.
Menurut Pengamat politik sekaligus akademikus Universitas Bengkulu Dr. Panji Suminar mengatakan, dengan seringnya berpindah atau lompat partai itu menandakan ideologi mereka dipertanyakan. "Ketika ada politikus yang lompat partai. artinya ideologi mereka dipertanyakan.
Setiap partai itu punya ideologi yang berbeda-beda, namun mereka bisa pindah-pindah begitu saja, artinya ideologi mereka yang dipertanyakan," kata Panji Suminar di Bengkulu, Selasa.
Alasan politikus lompat partai menurut Panji, disebabkan oleh konflik internal antara politikus tersebut dengan partai, elite atau politikus-politikus lainnya di partai. "Ketika sang politikus memilih pindah ke partai lain maka sosok tersebut tidak cakap dalam manajemen konflik, tidak cakap menyelesaikan masalahnya sendiri, apalagi untuk menyelesaikan masalah rakyat," kata dia.
Bahkan, lanjutnya, politikus pindah partai politik karena melihat peluang besar dan di partai baru menjanjikan posisi jabatan yang lebih tinggi di kepengurusan. "Berbahaya lagi mereka yang hanya cara pandangnya soal keuntungan bagi dirinya.
Artikel Terkait
Desakan Copot Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Kasar ke Anwar Abbas
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Pernyataan ke Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab, Ini Kata Katib Syuriyah
Viral! Anies Baswedan Santai Ajak Foto Bareng Intel di Karanganyar, Responsnya Disoroti
Prabowo Ultimatum Koruptor: Jangan Nantang Gue Lo di Rakornas 2026