Salah satunya, dia mengamini terdapat gestur menarik yang diperlihatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat tidak menyalami Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto usai membayar zakat di Istana Negara, pada Rabu (13/3/2024).
Sehingga, dia berharap agar publik tak langsung menyimpulkan adanya keretakan hubungan antara kedua tokoh bangsa tersebut. Mengingat, Presiden asal Surakarta itu memang cakap dalam berpolitik.
"Jadi pak Jokowi politiknya kan jago banget apalagi drama politik sehingga kalau masih sekali kejadian menurut saya tidak bisa diartikan terlalu jauh. Kecuali terjadi beberapa kali kejadian baru bisa mengartikan itu,” tuturnya kepada Bisnis, Selasa (18/3/2024).
Namun, dia mengaku hal ini punya nilai berbeda apabila sikap tersebut merupakan reaksi dari Prabowo Subianto yang ingin secara independen dalam memerintah apabila terpilih menjadi Presiden selanjutnya.
Menurutnya, jika benar Prabowo ingin memberikan narasi tidak akan terpengaruh oleh cara berpolitik Jokowi. Maka, apabila berhasil meraih kemenangan di pemilihan umum (pemilu) 2024) maka dia dengan Gibran Rakabuming Raka harus segera menanggalkan jabatan mereka.
“Kalau sudah diumumkan KPU dan menang. Prabowo bisa mundur saja dari Menhan. Alasannya jabatan Presiden jauh lebih penting dari Menhan. Menunjukkan, Prabowo bisa lebih independen dan tak terpengaruh penguasa sebelumnya dan membuktikan akan fokus untuk rakyat dan tidak demi jabatan,” pungkas Hendri.
Artikel Terkait
Rocky Gerung: Jokowi Tak Bisa Tenang Sebelum Kasus Ijazah & Hukum Keluarga Terbukti
Eggi Sudjana Sebut Roy Suryo Belagu Soal Kasus Ijazah Jokowi: Analisis & Daftar Tersangka Terbaru
Kontroversi Ijazah Jokowi: Rektor UGM Sebut 2 Tanggal Lulus Berbeda, Mana yang Benar?
Reshuffle Kabinet Prabowo: Strategi Lepas dari Geng Solo dan Bayang-Bayang Jokowi?