NARASIBARU.COM - Krisis iklim yang melanda Bumi saat ini membuat transisi ke ekonomi hijau semakin mendesak.
Transisi ke ekonomi hijau ini dibutuhkan agar Indonesia, sebagai salah satu negara dengan emisi karbon terbesar ke-10 di dunia, beralih dari industri ekstraktif yang menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Momen pemilihan umum atau Pemilu 2024 menjadi kesempatan bagi pemerintah Indonesia untuk mengakselerasi transisi ke ekonomi hijau.
Momentum ini juga menjadi kesempatan bagi para kandidat calon presiden dan wakil presiden untuk menunjukkan komitmennya dalam mengatasi krisis iklim, menjamin ketersediaan lapangan kerja, stabilitas harga pangan, pemerataan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca: Pengembangan energi terbarukan di Indonesia berjalan lamban
Greenpeace Indonesia sebagai salah satu organisasi nirlaba lingkungan bersama Center of Economics and Law Studies (CELIOS) bekerja sama untuk melakukan studi dampak ekonomi yang ditimbulkan dari transisi ekonomi hijau.
Hasil penelitian ini kemudian disampaikan sebagai rekomendasi kepada para pemangku kebijakan dan para caleg/capres yang akan maju di Pemilu 2024.
Artikel Terkait
Dirut KCIC soal Utang Whoosh: Kita Serahkan ke Danantara
Impor Barang Bekas ke RI Meledak, dari 7 Ton jadi 3.600 Ton
Harga BBM Dex Series Naik Lagi per 1 November 2025
Makin Pede! Menkeu Purbaya Pamer Topi “8%”