Tingkat terendah sejak Desember 2021, dan dibandingkan dengan perkiraan 1,85 persen dalam jajak pendapat. Inflasi inti bulan November adalah 1,87 persen.
Baca Juga: Warga Desa Bambangan Serahkan Satu Pucuk Senjata Rakitan ke TNI
Bank sentral, Bank Indonesia, menaikkan suku bunga sebanyak 250 basis poin antara Agustus 2022 hingga Oktober 2023 untuk melawan inflasi dan menjaga stabilitas mata uang.
Ekonom Bank DBS Radhika Rao mengatakan tingkat inflasi yang lebih rendah dari perkiraan pada bulan Desember akan memberikan kenyamanan bagi para pengambil kebijakan moneter.
“Kami memperkirakan para pengambil kebijakan menunjukkan urgensi yang lebih rendah untuk beralih ke siklus pelonggaran pada semester pertama 2024 guna menjaga stabilitas keuangan,” katanya.
Baca Juga: Pandawa Nusantara Desak DPR Bentuk Pansus Atas Kematian Buruh di Smelter Nikel
Rao mengatakan inflasi umum bisa naik di atas 3 persen pada paruh pertama tahun 2024.
Karena meningkatnya tekanan harga menjelang hari raya keagamaan, seperti Ramadhan, yang diperkirakan akan dimulai pada bulan Maret.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: tributeindonesia.com
Artikel Terkait
Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh (KCJB): Solusi, Pembahasan, dan Dampaknya
Dirut KCIC soal Utang Whoosh: Kita Serahkan ke Danantara
Impor Barang Bekas ke RI Meledak, dari 7 Ton jadi 3.600 Ton
Harga BBM Dex Series Naik Lagi per 1 November 2025