Wan Bek menyoroti materi spesifik Pandji yang menyinggung kriteria pemimpin yang rajin shalat. Forum menilai narasi tersebut telah melampaui batas kritik sosial dan masuk ke ranah merendahkan nilai agama.
"Bagi umat Islam, menjaga shalat adalah bagian dari akhlak. Ketika hal ini ditertawakan di ruang publik luas, ini bukan lagi kritik," tegasnya. Forum menekankan bahwa kebebasan berekspresi tidak semestinya merendahkan simbol agama.
Meminta Penegakan Hukum yang Adil
Forum Ulama Nusantara berharap aparat penegak hukum menindaklanjuti laporan ini secara profesional. Mereka menyatakan tetap menjunjung tinggi kerukunan beragama dan tidak bermaksud menghakimi secara sepihak.
"Kami hanya meminta negara hadir dan hukum ditegakkan secara adil. Materi yang menjadikan shalat sebagai humor tidak pantas dan harus ditindak tegas," pungkas Wan Bek.
Artikel Terkait
KPK Periksa Ketua Ekonomi PBNU, Ungkap Kasus Korupsi Kuota Haji Eks Menag Yaqut
Roy Suryo Protes Pelimpahan Berkas Kasus Ijazah Jokowi: Ini Alasan dan Tuntutannya
Sidang Korupsi Chromebook Rp2,1 Triliun: Eksepsi Nadiem Makarim Ditolak, Lanjut ke Pembuktian
Influencer Kripto Timothy Ronald Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Diduga Rugikan Korban Miliaran Rupiah