"Mereka kita bekuk berdasarkan informasi dari masyarakat, Satresnarkoba Polrestabes Palembang, Satresnarkoba Polrestabes Surabaya, melakukan tindakan kepolisian pada hari Kamis tanggal 14 Desember 2023 sekira jam 01.00 WIB di Kamar 1016 Hotel Great Diponegoro," jelas Kapolda Irjen Pol Imam.
Didalam hotel itu, anggora Polrestabes Surabaya melakukan penangkapan terhadap MTdan istrinya RT, dan ditemukan barang bukti berupa bungkus plastik teh china warna hijau berisi narkotika jenis sabu,dan 8 (delapan) bungkus plastik klip berisiNarkotika jenis sabu dengan berat total keseluruhan 1.177,31 gram.
Baca Juga: Hari Jadi Banyuwangi ke 252, Bupati Ipuk Fiestiandani : Usia Hanyalah Angka
Esoknya, keterangan tersangka, Satresnarkoba Polrestabes Surabaya berkoordinasi dengan Satresnarkoba Polres Asahan Sumatera Utara untuk melakukan tindakan kepolisian dirumah kontrakan Jalan Tawes Kab. Asahan dan ditemukan barang bukti berupa 134 bungkus plastik teh china berwarna merah berisi Narkotika jenis sabu dengan berat keseluruhan 142.839 gram.
"Pengakuan MT, tersangka mendapat perintah dari K(DPO) untuk mengambil sabu sebanyak 185 kemasan teh china berisi sabu dan 14 bungkus ekstasi di Pesisir Pantai depan Wihara Asahan Kota Tanjung Balai," jelas Kapolda.
Sebelumnya,,tersangka MT mendapatkan perintah dari K (DPO) menyiapkan paket narkotika jenis sabu dan ekstasi untuk dikirim ke Palembang dan Surabaya.
MT dan istrinya berangkat ke kota Palembang dengan mengendarai mobil pribadi yang sudah dimodifikasi untuk menyimpan dan menyembunyikan narkotika. Kemudian atas perintah dari K, tersangka meranjau 14 bungkus plastik berisi ekstasi di Palembang, dan selanjutnya tersangka diperintah kembali untuk meranjau narkotika jenis sabu di Surabaya.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: adatah.com
Artikel Terkait
APH Ditantang Periksa Jokowi Terkait Kasus Korupsi Minyak Pertamina dan Kuota Haji
Kejagung Geledah Rumah Siti Nurbaya, Dugaan Korupsi Sawit Rp 450 Triliun Terungkap
Harga Chromebook Kemendikbud Rp 5,7 Juta, Nadiem Makarim Bantah Keras Isu Rp 10 Juta
Yaqut Cholil Qoumas Dipanggil KPK Lagi, Saksi Kunci Kasus Korupsi Kuota Haji Rp1 Triliun