Ketua BEM UGM Diteror: Kronologi Ancaman Pesan hingga Dikuntit Orang Tak Dikenal
NARASIBARU.COM – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, mengungkap serangkaian teror dan ancaman yang diterimanya. Insiden ini memicu perhatian publik dan respons resmi dari pihak kampus.
Kronologi Teror yang Diterima Ketua BEM UGM
Teror bermula dari masuknya pesan WhatsApp dari nomor asing ( 44) yang terdaftar berasal dari Inggris Raya ke ponsel Tiyo. Meski berasal dari nomor luar negeri, pesan dikirim dalam Bahasa Indonesia.
Isi pesan ancaman tersebut antara lain: “Agen asing”, “Culik mau?”, “Jangan cari panggung jadi tongkosong”, “Cari dosamu entr”, “Banci”, dan “Jangan cari panggung loe ya jual narasi sampah”.
Pesan-pesan itu masuk secara berulang dari nomor yang sama pada waktu yang berbeda, dimulai sejak Senin (9 Februari 2026). Tidak hanya teror digital, mahasiswa Fakultas Filsafat UGM itu juga mengaku dikuntit oleh dua orang berbadan tegap yang memotretnya dari kejauhan. Kedua orang tersebut menghilang saat dikejar.
Pemicu: Surat BEM UGM ke UNICEF yang Kritik Pemerintah
Tiyo menceritakan, teror mulai diterima setelah BEM UGM mengirimkan surat kepada United Nations Children’s Fund (UNICEF) pada Jumat (6 Februari 2026). Surat tersebut menyoroti ironi anggaran negara.
Surat itu menyoroti kisah seorang anak di Ngada, NTT, yang mengakhiri hidup karena tak mampu membeli pena dan buku, sementara pemerintah menggelontorkan dana besar untuk iuran Board of Peace (BoP) dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Ada satu ironi yang luar biasa… Rasanya pak presiden ini tidak sadar bahwa beliau punya ketidaktahuan terhadap realitas ini. Kita ingin supaya ada pihak luar yang didengar oleh Presiden,” ujar Tiyo di Bundaran UGM, Jumat (13/2/2026).
Artikel Terkait
Bus Transjakarta Ngebul di Halte Pancoran: Penyebab, Kronologi, dan Tindak Lanjut
Viral Tahlilan di Depan Rumah Jokowi Solo: Dukungan atau Aneh? Fakta & Analisis
Kasus AKBP Didik & Aipda Dianita: Koper Narkoba, Saksi, dan Dugaan Suap Rp1 Miliar
Sopir Taksi Online Syok Lihat Penumpang Mesum di Mobil: Kronologi & Respons Polisi