Ia menegaskan, surat itu adalah bentuk ikhtiar mengajak dunia internasional menegur pemerintah Indonesia yang dinilai salah prioritas. Pascapengiriman surat, seorang pensiunan UNICEF telah menghubunginya dan berjanji menyampaikan langsung ke Direktur Eksekutif UNICEF.
Respons Tegas: "Semakin Ditekan, Semakin Melawan"
Menghadapi teror, Tiyo mengaku tidak gentar. Ia menyebut teror ini sebagai "bahasa kekuasaan" dan justru membuatnya semakin kuat.
“Kami punya slogan… ‘semakin ditekan, semakin melawan’. Jadi justru para peneror harus tahu, semakin meneror kita, itu justru semakin bahaya bagi mereka,” tegasnya.
Ia berharap insiden ini menjadi yang terakhir dan menjadi alarm bahwa kondisi demokrasi Indonesia sedang tidak baik-baik saja.
UGM Pasang Badan dan Beri Perlindungan
Pihak Universitas Gadjah Mada (UGM) telah merespons serius ancaman terhadap ketua BEM-nya. Juru Bicara UGM, Dr. I Made Andi Arsana, menyatakan pimpinan universitas telah berkomunikasi dengan Tiyo.
“Atas nama institusi dan berdasarkan konstitusi, UGM berkewajiban melindungi seluruh civitas akademika UGM dari ancaman atau teror yang berasal dari mana pun,” jelas Made Andi dalam keterangan resmi, Minggu (15/2/2026).
Kampus telah menugaskan Kantor Keamanan, Keselamatan Kerja, Kedaruratan, dan Lingkungan (K5L) untuk melakukan pemantauan dan perlindungan yang diperlukan. Tiyo membenarkan koordinasi intensif tersebut telah dilakukan.
Artikel Terkait
Bus Transjakarta Ngebul di Halte Pancoran: Penyebab, Kronologi, dan Tindak Lanjut
Viral Tahlilan di Depan Rumah Jokowi Solo: Dukungan atau Aneh? Fakta & Analisis
Kasus AKBP Didik & Aipda Dianita: Koper Narkoba, Saksi, dan Dugaan Suap Rp1 Miliar
Sopir Taksi Online Syok Lihat Penumpang Mesum di Mobil: Kronologi & Respons Polisi