Palestina, lanjut dia, tidak butuh janji dan kata-kata lagi, melainkan tindakan konkret untuk membebaskannya dari penderitaan yang diciptakan Israel dan Amerika Serikat (AS).
"Kita sudah cukup bicara, saatnya bagi pedang kebebasan atau kematian BolĂvar," kata Petro.
Menurut Petro, setelah Palestina bisa saja Israel menargetkan negara lain yang menentang sikapnya. Petro juga mengaitkan kehadiran militer AS di Karibia dengan dalih untuk memerangi kejahatan narkoba.
"Mereka tidak hanya akan mengebom Gaza, bukan hanya Karibia, seperti yang telah mereka lakukan, tapi seluruh umat manusia yang menuntut kebebasan," tuturnya.
Dia menuduh AS dan NATO sedang beruaha membunuh demokrasi serta membantu menghidupkan kembali tirani dan totalitarianisme dalam skala global
Sumber: inews
Artikel Terkait
Iran Tolak Hentikan Pengayaan Uranium: Perundingan Nuklir dengan AS di Oman Alot
Prabowo Bangun Gedung 40 Lantai untuk MUI & Baznas di Bundaran HI, Ini Rencananya
Gelagat Syauqi Terekam CCTV: Bawa Panci, Beli Racun Tikus, hingga Racuni Ibu & 2 Saudara di Warakas
Pesulap Merah Poligami? Fakta Ditinggalkan Istri Sakit Hingga Meninggal Dibongkar Adik Ipar